Jelang ISL 2017, Ini Dia 7 Klub Bermasalah Versi PSSI

ISL 2017 akan segera bergulir dan PSSI masih memiliki berbagai tugas yang harus diselesaikan salah satunya adalah menyelesaikan 7 klub yang bermasalah

Kompetisi paling bergengsi di tanah air, Indonesia Super League (ISL) 2017 tinggal menunggu hari lagi. Semua klub sudah bersiap-siap untuk kembali bertempur dan rebut harkat, martabat dan kebanggaan klub dengan menjadi juara ISL 2017. Namun, sepertinya untuk tujuh klub yang bermasalah, mereka harus terlebih dahulu berurusan dengan hukum dan peraturan PSSI agar terlepas dari status ‘klub bermasalah’ yang disematkan oleh PSSI kepada klub sbobet yang masih memiliki sejumlah masalah.

7 Klub Bermasalah Akan Dibahas di Kongres PSSI

Seiring hajatan tahunan ISL akan segera dimulai, kongres PSSI juga akan segera digelar. Salah satu agenda kongres tersebut adalah membahas status dari 7 klub yang masih dianggap bermasalah hingga hari ini. Harapannya, usai Kongres Tahunan PSSI ini yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 8 Januari 2017 di Bandung ketujuh klub tersebut mendapatkan kejelasan akan statusnya dan tentunya bisa segera lepas dari status bermasalah sehingga bisa ikut meramaikan ISL 2017.

Adapun daftar ketujuh klub yang masih dianggap bermasalah oleh PSSI adalah Lampung FC, Persipasi Kota Bekasi, Persewangi Banyuwangi, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya. Tentunya, tujuh klub di atas memiliki masalah yang berbeda-beda. Masalah ini harus bisa ditemukan solusinya ketika Kongres Tahunan PSSI 8 Januari mendatang. Pihak klub juga diharapkan bisa melakukan kerjasama sehingga permasalahannya bisa segera diatasi dengan cepat.

Menurut Gusti Randa yang merupakan anggota dari Exco atau Komite Eksekutif PSSI, pihak PSSI akan membuat identifikasi permasalahan untuk masing-masing klub. Menurutnya, ada dua kategori identifikasi masalah yakni masalah yang bisa diselesaikan di tingkat PSSI dan ada yang harus melalui jalur hukum berupa pengadilan. Contohnya adalah Persebaya yang dulunya merupakan anggota dari PSSI dan saat ini dipertanyakan statusnya apakah masih bisa kembali menjadi anggota PSSI atau tidak karena Persebaya Surabaya harus menyelesaikan masalah di pengadilan terlebih dahulu.

Masalah 7 Klub Berbeda-beda

Salah satu masalah yang ada adalah adanya satu klub yang memiliki dua kepengurusan. Jadi, bukan pengurus yang kehilangan klub melainkan satu klub dengan dua pengurus. Mereka juga merasa memiliki hak yang sama atas klub tersebut. Jika masalahnya seperti ini, maka masih tergolong masalah yang dapat diselesaikan PSSI atau masih dalam ranah yuridiksi PSSI. Sedangkan ada juga masalah klub yang masuk ranah perdata dan hal tersebut bukan dalam ranah yuridiksi PSSI sehingga harus diselesaikan di meja hijau.

Jika klub yang bermasalah dan sudah diputuskan di pengadilan, maka PSSI akan dengan cepat menyelesaikannya seperti kasus Persebaya Surabaya yang sudah diputuskan secara resmi oleh pengadilan, maka PSSI akan segera menyelesaikan masalah Persebaya Surabaya di Kongres Tahunan PSSI nanti. Sehingga untuk Persebaya Surabaya keputusannya bisa saja cepat. Sedangkan yang lainnya akan segera diputuskan setelah dipilah-pilah jenis masalahnya.

Kembali lagi masalah apa saja yang dapat diselesaikan oleh PSSI atau yang tergolong yuridiksi PSSI maka akan diselesaikan di Kongres sedangkan yang masuk kategori perdata, maka diselesaikan di luar PSSI. Memang terkesan berbelit-belit, tapi begitu aturan dan prosedurnya dan harus dijalankan sesuai dengan prosedur atau hukum yang berlaku.

Namun, walau apapun yang terjadi di luar lapangan, semua pecinta sepak bola tanah air tentunya berharap jika ISL 2017 akan diramaikan oleh klub papan atas dan klub baru sehingga lebih menarik untuk dinikmati. Apalagi, bisa dikatakan jika lewat ISL-lah, para fans berat masing-masing klub judi togel dapat mengekspresikan diri dan menunjukan kecintaannya kepada klub lokal.