Kompetisi Mundur, Djanur Merasa Beruntung

adanya jadwal yang dipundurkan karena ada kendala di pihak PSSI membuat Djanur memiliki kesempatan dalam menyusun pemain persib dengan ideal

Piala presiden tahun 2017 menjadi sebuah uji kebangkitan kembali bagi Persib dimana pada tahun lalu Persib berhasil menjadi juara dan kali ini mereka pun ingin mempertahankan juara judi bola tersebut dengan cara terus menyusun para pemain sehingga menjadi sekuat yang ideal. Rupanya waktu yang dimiliki oleh Persib semakin baik karena kompetisi liga satu itu dipastikan akan mengalami kemunduran dalam hal jadwal, ini terjadi dikarenakan ada permasalahan di dalam lembaga PSSI. Meskipun banyak yang mempertanyakan perihal Ada apa sebenarnya di dalam tubuh PSSI tetapi dari pihak Jajang Nurjaman hal ini merupakan sebuah kesempatan baik untuk bisa menyusun kembali para pemainnya sebelum bertanding dengan tim yang lain.

Djanur Punya Waktu Menyusun Kembali Pemain

Djanur atau Jajang Nurjaman mengaku ini merupakan sebuah keuntungan dan kesempatan yang harus dimanfaatkan oleh pihak Persib ketika jadwal menjadi berubah dan belum ditentukan lagi Kapan pertandingan akan segera dibenahi tetapi kompetisi Liga ini dipastikan mundur karena adanya kendala dimana pelatih Jajang Nurjaman memang menerima adanya keadaan ini dan ingin memaksimalkan kembali performa dari klub yang diasuhnya. Menurut sang pelatih sampai saat ini Persib masih belum bisa membentuk dan memiliki komposisi pemain yang ideal maka dengan adanya pengunduran jadwal maka bisa dijadikan sebagai waktu yang tepat untuk memilih dan mencari pemain asing yang akan memperkuat skuad persib

Skuad yang dimiliki oleh Jajang Nurjaman memang belum 100% ideal dan sampai saat menikah pihak Persib masih mencari pemain asing tergantung dengan regulasi yang ada. Jika ada regulasi 3 + 1 maka pihak Persib masih mencari pemain asing sebanyak 2 pemain lagi, namun jika regulasi adalah 2+ 1 maka harus ada satu orang pemain lagi yang bisa menguatkan persib menjadi tim yang tidak terkalahkan. Pengunduran jadwal ini dijadikan sebuah kesempatan untuk seluruh tim dalam rangka pemusatan latihan dan saling mengenal satu sama lain untuk menjalankan chemistry sehingga bisa lebih bekerjasama dengan baik di lapangan. Harapannya semua pemain Persib nantinya bisa maksimal dalam mengeluarkan performa masing masing

Persib Tak Mau Asal Bermain di Piala Presiden

Dalam ajang pagelaran Piala Presiden pihak Persib tak mau bermain asal-asalan dan tidak mau merasa sombong karena merasa bahwa di tahun sebelumnya pernah menjadi juara. Tahun ini justru menjadi sebuah awal untuk bisa membuktikan bahwa Persib adalah tim yang benar-benar tidak terkalahkan dan mampu bertahan dalam Puncak kesuksesannya dengan ingin meraih kembali gelar juara tersebut. Dengan demikian pihak manajemen Persib pun melakukan training camp untuk bisa meningkatkan kualitas dari semua pemain termasuk dari manajemen Persib tersendiri yang memiliki peran penting dalam membuat sekuatnya semakin maksimal dalam hal kualitas. Selain training camp, ada juga uji coba dan turnamen kecil.

Pihak Jajang Nurdjaman mengaku harus membuat banyak inovasi dan program latihan yang menyenangkan untuk membuat pemain togel hk tidak jenuh selama masa perhelatan Liga 1. Mengusir penat menjadi salah satu hal yang harus dilakukan supaya pemain memiliki semangat yang tinggi untuk bisa bermain dan menang. Sang pelatih berkata bahwa pelatih harus kreatif dan pintar dalam menyikapi atau pun membuat program latihan supaya jangan sampai ada yang merasa jenuh. Bisa jadi latihan diliburkan dulu atau dimulai dari 60%, semuanya tergantung pasa bagaimana kondisi dan tingkat kejenuhan dari semua pemain. Intinya jangan sampai pemain jenuh sebelum kompetisi dimulai.

Jelang ISL 2017, Ini Dia 7 Klub Bermasalah Versi PSSI

ISL 2017 akan segera bergulir dan PSSI masih memiliki berbagai tugas yang harus diselesaikan salah satunya adalah menyelesaikan 7 klub yang bermasalah

Kompetisi paling bergengsi di tanah air, Indonesia Super League (ISL) 2017 tinggal menunggu hari lagi. Semua klub sudah bersiap-siap untuk kembali bertempur dan rebut harkat, martabat dan kebanggaan klub dengan menjadi juara ISL 2017. Namun, sepertinya untuk tujuh klub yang bermasalah, mereka harus terlebih dahulu berurusan dengan hukum dan peraturan PSSI agar terlepas dari status ‘klub bermasalah’ yang disematkan oleh PSSI kepada klub sbobet yang masih memiliki sejumlah masalah.

7 Klub Bermasalah Akan Dibahas di Kongres PSSI

Seiring hajatan tahunan ISL akan segera dimulai, kongres PSSI juga akan segera digelar. Salah satu agenda kongres tersebut adalah membahas status dari 7 klub yang masih dianggap bermasalah hingga hari ini. Harapannya, usai Kongres Tahunan PSSI ini yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 8 Januari 2017 di Bandung ketujuh klub tersebut mendapatkan kejelasan akan statusnya dan tentunya bisa segera lepas dari status bermasalah sehingga bisa ikut meramaikan ISL 2017.

Adapun daftar ketujuh klub yang masih dianggap bermasalah oleh PSSI adalah Lampung FC, Persipasi Kota Bekasi, Persewangi Banyuwangi, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya. Tentunya, tujuh klub di atas memiliki masalah yang berbeda-beda. Masalah ini harus bisa ditemukan solusinya ketika Kongres Tahunan PSSI 8 Januari mendatang. Pihak klub juga diharapkan bisa melakukan kerjasama sehingga permasalahannya bisa segera diatasi dengan cepat.

Menurut Gusti Randa yang merupakan anggota dari Exco atau Komite Eksekutif PSSI, pihak PSSI akan membuat identifikasi permasalahan untuk masing-masing klub. Menurutnya, ada dua kategori identifikasi masalah yakni masalah yang bisa diselesaikan di tingkat PSSI dan ada yang harus melalui jalur hukum berupa pengadilan. Contohnya adalah Persebaya yang dulunya merupakan anggota dari PSSI dan saat ini dipertanyakan statusnya apakah masih bisa kembali menjadi anggota PSSI atau tidak karena Persebaya Surabaya harus menyelesaikan masalah di pengadilan terlebih dahulu.

Masalah 7 Klub Berbeda-beda

Salah satu masalah yang ada adalah adanya satu klub yang memiliki dua kepengurusan. Jadi, bukan pengurus yang kehilangan klub melainkan satu klub dengan dua pengurus. Mereka juga merasa memiliki hak yang sama atas klub tersebut. Jika masalahnya seperti ini, maka masih tergolong masalah yang dapat diselesaikan PSSI atau masih dalam ranah yuridiksi PSSI. Sedangkan ada juga masalah klub yang masuk ranah perdata dan hal tersebut bukan dalam ranah yuridiksi PSSI sehingga harus diselesaikan di meja hijau.

Jika klub yang bermasalah dan sudah diputuskan di pengadilan, maka PSSI akan dengan cepat menyelesaikannya seperti kasus Persebaya Surabaya yang sudah diputuskan secara resmi oleh pengadilan, maka PSSI akan segera menyelesaikan masalah Persebaya Surabaya di Kongres Tahunan PSSI nanti. Sehingga untuk Persebaya Surabaya keputusannya bisa saja cepat. Sedangkan yang lainnya akan segera diputuskan setelah dipilah-pilah jenis masalahnya.

Kembali lagi masalah apa saja yang dapat diselesaikan oleh PSSI atau yang tergolong yuridiksi PSSI maka akan diselesaikan di Kongres sedangkan yang masuk kategori perdata, maka diselesaikan di luar PSSI. Memang terkesan berbelit-belit, tapi begitu aturan dan prosedurnya dan harus dijalankan sesuai dengan prosedur atau hukum yang berlaku.

Namun, walau apapun yang terjadi di luar lapangan, semua pecinta sepak bola tanah air tentunya berharap jika ISL 2017 akan diramaikan oleh klub papan atas dan klub baru sehingga lebih menarik untuk dinikmati. Apalagi, bisa dikatakan jika lewat ISL-lah, para fans berat masing-masing klub judi togel dapat mengekspresikan diri dan menunjukan kecintaannya kepada klub lokal.