Kurnia Meiga Menjadi Kiper Terbaik Piala AFF 2016

Meskipun kalahnya timnas Indonesia dalam kompetisi AFF 2016 ini tidak lepas dari penampilan buruk Kurnia Meiga, namun ternyata dirinya dinobatkan menjadi kiper terbaik disini.

Memang benar jika pagelaran sepak bola terbesar di seluruh Asia Tenggara AFF telah berakhir namun masih banyak cerita dibalik penampilan timnas Indonesia yang berhasil menembus final meskipun harus kalah menghadapi Thailand. Namun menariknya adalah Kurnia Meiga yang merupakan kiper utama dari timnas terpilih menjadi salah satu pemain terbaik yang berposisi sebagai kiper dibandingkan kiper Thailand.

Kurnia Meiga Masih Dianggap Kiper Terbaik Indonesia

Kekalahan Indonesia sudah dapat diterima oleh masyarakat dalam negeri namun tetap saja sebagai penggemar timnas, mereka mencoba untuk menelusuri apa yang menyebabkan timnas gagal meraih trofi pertama mereka di ajang AFF ini. Salah satu kesalahan yang sering diutarakan oleh para penggemar judi bola sekaligus mereka yang selalu mengamati sepak bola dalam negeri mengatakan jika Kurnia Meiga adalah salah satu penyebab kegagalan Indonesia untuk meraih juara sebab dirinya selalu mengalami kebobolan di ajang ini sejak awal babak penyisihan hingga akhir sehingga Indonesia terkena kekalahan. Namun ternyata sebuah prestasi berhasil ditorehkannya.

Alih-alih selalu disalahkan atas kekalahan Indonesia, Meiga justru menjadi kiper terbaik di dalam ajang AFF Suzuki Cup 2016 versi Goal sebab penampilannya di bawah mistar gawang dinilai sangat heroik. Penjaga gawang Arema Cronus dari Malang ini memang memiliki penampilan yang sebenarnya tidak bisa dikatakan heroik sama sekali karena sepanjang penampilannya ini, belum satu pun dirinya meraih clean sheet sebab tujuh penampilan sejak penyisihan hingga final, gawangnya selalu kebobolan dan tidak pernah ada satu kali saja hasil sempurna tanpa kebobolan. Tetapi pihak Goal justru melihat sesuatu yang istimewa dalam diri serta performa dari kiper berusia 26 tahun ini.

Memang benar total kebobolan yang dibuatnya adalah 13 kali tanpa sekalipun bersih namun ternyata Meiga disebut sebagai kiper yang mampu melakukan penyelamatan paling banyak sepanjang penampilannya dalam AFF. Jumlah penyelamatannya mencapai 22 kali dan jauh lebih banyak dibandingkan dengan kiper Thailand Kawin Thamsatchanan yang hanya melakukan penyelamatan sebanyak 17 kali dan juga kiper Singapura yang bernama Hassan Sunny berjumlah 16 kali. Penampilan Meiga memang tidak meyakinkan sama sekali sejak partai pembuka penyisihan dimulai namun pemain yang aslinya lahir di Jakarta ini terus mengalami peningkatan hingga babak final tiba.

Hasil Performa Kurnia Meiga Dalam AFF

Namun keputusan memilih Meiga sebagai pemain terbaik ini tidak dilakukan dengan sembarangan sebab titel kiper terbaik ini diambil berdasarkan dari penilaian redaksi ditambah juga dari hasil polling pembaca. Dari pembaca, diperoleh sekitar 2.107 suara yang memilih Meiga sebagai kiper terbaik dan langsung bertengger di puncak urutan teratas dan poin ini jauh meninggalkan polling yang diperoleh Kawin yaitu sekitar 813 suara dan untuk Hassan hanya diperoleh sekitar 281 suara. Akhirnya berdasarkan dari suara pembaca ini ditambah juga dengan penilaian objektif redaksi, Meiga terpilih. Tim editor dari Goal yang berada di kawasan Asia Tenggara pun akhirnya setuju untuk memilihnya.

Meskipun Indonesia harus lagi-lagi puas hanya menjadi runner up saja sementara Thailand mendapatkan gelarnya yang kelima, namun tetap saja sang kiper selalu menyuguhkan penampilan yang sangat solid khususnya ketika dua leg pertandingan final menghadapi tim tangguh se-Asia Tenggara ini. Namun penampilan heroik yang tidak pernah terlupakan dari Meiga adalah ketika dia berhasil menggagalkan pinalti dari Teerasil Dangda yang dikenal sebagai top skorer turnamen ini dan itu merupakan aksi yang paling baik sekaligus terkenal mengingat awalnya mereka pesimis kebobolan.

Karena itulah pelatih Alfred Riedl tidak pernah mau menggantikan posisinya meskipun dirinya tahu jika ini bukanlah penampilan terbaik dari Kurnia Meiga pasca dirinya mengalami cedera lama.